10.080 Desa Tak Punya Gedung SD

10.080 Desa Tak Punya Gedung SD

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT)

sudah menyusun empat agenda pokok yang akan diimpelementasikan pada tahun 2015 dan data kebutuhan tiap desa. Data itu berdasarkan analisis bersumber dari Data Survey Potensi Desa Tahun 2011 yang diperbarui dengan terbitnya Data Survey Potensi Desa Tahun 2014.

Menteri DPDTT Marwan Jafar mengatakan, beberapa kebutuhan yang dimaksud

meliputi kebutuhan sosial dasar berupa infrastruktur, sarana dan prasarana, kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Contohnya, kata dia, saat ini desa tertinggal yang membutuhkan pondok bersalin sebanyak 3.396 desa, kami sudah punya datanya. Kemudian, jumlah desa yang membutuhkan gedung Sekolah Dasar sebanyak 10.080 desa.

’’Termasuk, berapa jumlah guru SD yang diperlukan, kami sudah punya data,’’ ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional dan launching pendamping desa, di Hotel Bidakara, kemarin (1/4).

Pada aspek ekonomi, Marwan mengatakan, masih banyak desa yang membutuhkan pasar desa

yang sifatnya permanen. Yaitu sebanyak 16.322 desa. ’’Kami sudah memiliki data lokasi dan nama desa apa yang membutuhkan pasar, dan desa apa yang membutuhkan keberadaan koperasi dan lain-lain,’’ ujarnya.

Menurut Marwan, data yang dikumpulkan, akan segera disampaikan ke seluruh kementerian/lembaga guna disusun skala prioritas intervensinya. Termasuk juga akan disampaikan ke Pemerintah Daerah guna divalidasi kebutuhan riil di lapangan.

’’Sehingga tidak terjadi disalokasi maupun misalokasi anggaran. Validasi ini penting mengingat sekecil apapun anggaran yang digunakan diharapkan dapat memberi dampak kesejahteraan yang maksimal,’’ ujarnya.

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/sejarah-gunung-krakatau/

Wardan Pendidikan