Begini Strategi SMAN 8 Bekasi Cegah Siswa Kena Bullying

Begini Strategi SMAN 8 Bekasi Cegah Siswa Kena Bullying

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8 Bekasi memiliki cara untuk menghindari siswa tahun ajaran baru 2018 yang notabene ekonomi kelas bawah dari bullying (penindasan) siswa.

Menurut Humas SMAN 8 Bekasi Munawir,  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA terbagi beberapa kategori salah satu, di antaranya adalah jalur WTS (lingkungan) dan jalur KTM (tidak mampu). SMAN 8 Bekasi salah satu sekolah favorit di Kota Bekasi yang dari sudut pandang masyarakat, adalah sekolah atlet dan sekolah untuk tingkat perekonomian kelas atas.

Munawir menyampaikan, jalur KTM (siswa tidak mampu) ini sangat rentan

bagi siswa yang tingkat perekonomian kelas bawah, tidak percaya diri terhadap lingkungan yang mengakibatkan siswa yang tingkat perekonomian atas melakukan bullying.

“Masyarakat kenal SMA 8, adalah sekolahnya orang kaya, sekolahnya atlet. PPDB adakan jalur KTM, yaitu untuk siswa tidak mampu. Nah, ini sangat rentan terjadi bullying terhadap siswa yang mungkin tidak memiliki kepercayaan diri. Saya dan seluruh staf juga guru memiliki strategi untuk menghindari terjadinya bullying. SMA 8 kan juga untuk seluruh lapisan masyarakat dari berbagai karakter,” ujar Munawir, Selasa (5/6/2018).

Ia mengatakan, mendiskriditkan, berkelompok itu kan sebenarnya sudah lama dan di manapun terjadi, bagi siswa yang mudah beradaptasi mudah bergaul dengan siapapun, tapi yang tidak cepat beradaptasi, kita akan arahkan serta kita bimbing sampai bisa menyesuaikan.

“Kami mengimbau kepada seluruh siswa bahwa SMA 8 tidak mengkategorikan keluarga

miskin atau kaya, semuanya memiliki kesempatan untuk belajar,” tegasnya.

Ia menambahkan, strategi yang dilakukan sekolah agar tidak terjadinya bullying adalah mengadakan bimbingan iman dan taqwa (bimental). Siswa diharuskan datang ke sekolah jam 07:00 WIB setiap harinya untuk mengikuti kegiatan bimental.

“Tujuan dari kegiatan bimental ini, yaitu mengajarkan kepada siswa untuk lebih dekat kepada

Tuhan agar seluruh siswa merasa bahwa mereka adalah nol, tidak ada yang tinggi kecuali Tuhan. Salah satu cara untuk pencerahan berpikir seluruh siswa membuat saling berkasih sayang dan saling membantu dalam kebaikan,” tutur dia.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/

Wardan Pendidikan