Cara SMPN 12 Menerapkan Sekolah Ramah Anak

Cara SMPN 12 Menerapkan Sekolah Ramah Anak

 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 12 Bekasi terapkan

sekolah ramah anak. Apa saja yang dilakukan oleh sekolah yang berada di kecamatan Bekasi Selatan tersebut.

Sebagai upaya mendukung program pemerintah Kota Bekasi menjadikan kota layak anak, SMPN 12 Kota Bekasi juga menerapkan sekolah ramah anak. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 12 Bekasi, Sungkawati.

Dirinya mengatakan, salah satu penerapan ramah anak yang dilakukan adalah membentuk Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR).

“Anggota yang ada di dalamnya adalah siswa terpilih yang mudah beradaptasi serta cerdas dan dapat berbicara di depan umum. Anggota PIKR terdiri dari 43 anggota dari siswa kelas delapan dan sembilan,” ucapnya, Rabu (15/8).

Dirinya menjelaskan, Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainya.

“Ini binaan BK, modelnya seperti intel sekolah, menginformasikan

kejadian yang ada di kelas  kepada guru BK, tujuannya agar anak terkontrol dan tidak melakukan hal negatif,” ujarnya.

Ia mengatakan, Sikap serba ingin tahu remaja yang besar yang kadang terabaikan dari pengawasan serta pendampingan orang tua seringkali menjerumuskan remaja pada efek negatif, oleh karena itu, dengan di terapkannya anggota PIK Remaja agar para siswa dapat mencurahkan isi hatinya, keluhannya kepada anggota, dan anggota melanjutkan ke Pihak BK agar dapat di berikan pencerahan dan motivasi.

” PIK Remaja ini juga dapat mencegah perilaku-perilaku pelecehan seksual atau kenakalan remaja yang tidak stabil,” ucapnya.

Ia menegaskan, anggota PIK Remaja ini juga akan mendapatkan perlindungi

dari pihak sekolah atas diskriminasi yang akan diterimanya karena menyampaikan seluruh informasi negatif yang di lakukan siswa lain.

“Kami terus tegaskan ke anggota PIK Remaja yang menerima diskriminasi karena memberikan informasi kepada sekolah atas perbuatan negatif yang siswa lain lakukan,” tandasnya.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/

Wardan Pendidikan