Guru Harus Dapat Menginspirasi, Mendidik, dan Membimbing Dalam Pembelajaran

Guru Harus Dapat Menginspirasi, Mendidik, dan Membimbing Dalam Pembelajaran

Mengawali tahun pelajaran baru 2016/2017 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD)

hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mengatakan sekarang ini guru harus dapat menginspirasi, mendidik, dan membimbing muridnya dalam pembelajaran.

“Jadilah guru yang tidak bisa digantikan dengan teknologi, dan jadilah guru yang tidak mekanistik. Itu sebabnya guru harus berinteraksi, berdialog, dan berkomunikasi karena tidak ada teknologi mana pun yang bisa menggantikan. Selain itu, guru juga harus membekali anak dengan hal yang relevan di masa depan yaitu integritas”, papar Anies dalam acara silaturahim dan pertemuan awal tahun pelajaran dengan pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar pusat di Jakarta, Sabtu, (16/7/2017).

 

Mendikbud Anies menjelaskan, ada tiga komponen penting yang menjadi bekal untuk anak kita di masa depan

. Pertama yaitu karakter, yang kedua adalah kompetensi abad 21 yang bisa disebut 4C yaitu creativity (kreativitas), critical thinking (berfikir kritis), communication (komunikasi), dan collaboration (kolaborasi), dan ketiga adalah Integritas.

Pada kesempatan tersebut Mendikbud Anies juga memaparkan data integritas nilai ujian nasional 2016 (UN) dalam matriks, yaitu nilai prestasi akademik dan nilai kejujuran. Mayoritas untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia berada di quadran empat, artinya nilai tinggi tapi tidak jujur. Nilai untuk tingkat SMA IPA/IPS, dan SMK di Indonesia ada di kelompok ini. Berdasarkan data yang telah dipaparkan, Mendikbud Anies memberikan apresiasi terhadap sekolah-sekolah yang memiliki nilai kejujurannya tinggi dengan memberikan piagam besar yang bertuliskan “Piagam Integritas”, dengan begitu diharapkan masing-masing sekolah mempunyai upaya untuk meningkatkan nilai kejujuran.

 

Kemudian Mendikbud juga mengimbau kepada para guru untuk mewajibkan bagi siswa

untuk membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Hal ini ditujukan agar membaca menjadi kebiasaan rutin bukan sekedar pengetahuan.

 

Baca Juga :

Wardan Pendidikan