Materi Tentang Air Tanah IPS Kelas 8

Materi Tentang Air Tanah IPS Kelas 8

Persentase air tanah di permukaan bumi kurang lebih 20% dari jumlah seluruh air tawar di permukaan bumi. Jumlah tersebut menunjukkan potensi air tanah yang dapat dimanfaatkan dengan bijak oleh manusia. Selain dalam hal jumlah ketersediaan, air tanah memiliki kelebihan dibandingkan dengan air permukaan, yaitu kualitasnya yang relatif lebih baik. Tingkat pencemaran air tanah tidak sebanyak pencemaran air di permukaan.

  1.    Pengertian Air Tanah

Air tanah (groundwater) adalah air yang mengisi pori-pori atau ruang di antara tanah maupun batuan di zona jenuh. Lapisan di atas zona jenuh terdapat zona tidak jenuh, sebagian terisi oleh udara dan air lengas. Air tanah bersifat dinamis, artinya air tanah selalu bergerak. Akan tetapi, tidak di setiap tempat di permukaan bumi dapat dijumpai air tanah. Banyak air tanah antara satu tempat dan tempat yang lain juga berbeda. Hal tersebut disebabkan karena keberadaan air tanah dipengaruhi oleh iklim/musim, pasokan air, kondisi geologi, kondisi geomorfologi, keberadaan vegetasi, dan aktivitas manusia.

  1.    Lapisan Pembawa Air Tanah (Akuifer)

Berdasarkan sifat dalam merespon air, batuan dapat dibedakan menjadi batuan yang lolos air (permeable) dan batuan yang tidak lolos air (impermeable). Tidak semua lapisan batuan dapat menyimpan maupun mengalirkan air tanah. Lapisan batuan yang dapat menyimpan dan mengalirkan air tanah dalam jumlah yang cukup disebut dengan akuifer (aquifer). Lapisan batuan yang dapat menyimpan air, namun hanya dapat mengalirkan air dalam jumlah yang sedikit disebut dengan akuiklud (aquiclude). Terdapat pula istilah akuitar (aquitard), yaitu lapisan batuan yang dapat menyimpan dan mengalirkan air dengan jumlah sangat sedikit. Sementara itu, lapisan batuan yang sama sekali tidak dapat menyimpan dan mengalirkan air disebut dengan akuifug (aquifuge).

Berdasarkan letak atau posisi terhadap batuan kedap air, akuifer dibedakan menjadi akuifer tertekan dan akuifer tidak tertekan. Akuifer tertekan (confining aquifer) disebut juga sebagai akuifer dalam, yaitu akuifer yang terletak di antara dua lapisan kedap air. Sementara itu, akuifer tidak tertekan (unconfining aquifer) disebut juga sebagai akuifer bebas atau akuifer dangkal, yaitu akuifer yang terletak di atas lapisan kedap air. Batas atas akuifer tidak tertekan disebut dengan muka air tanah. Akibat dari adanya tekanan hidrostatis (tekanan zat cair) yang lebih besar daripada tekanan atmosfer, terjadi semburan air (artesis). Hal inilah yang dimanfaatkan untuk membuat sumur artesis (sumur artois). Sumur artesis hanya akan memancarkan air dari akuifer tertekan, bukan dari akuifer bebas. Terdapat lapisan kedap air (confining layer) yang dapat ditembus air, disebut dengan akuifer bocor (leaky aquifer). Selain itu, terdapat pula lapisan kedap air yang tidak kontinu atau hanya setempat-setempat, disebut dengan akuifer menggantung (perched aquifer).

  1.    Mata Air

Mata air (spring) adalah suatu tempat di mana terjadi aliran air dari batuan ke permukaan tanah secara alami. Keberadaan mata air di suatu daerah dipengaruhi oleh faktor topografi, susunan perlapisan batuan, dan sifat batuan. Mata air bersumber dari air tanah dengan debit yang bervariasi. Debit mata air dipengaruhi oleh musim. Pada saat musim penghujan, debit mata air relatif besar. Selanjutnya debit tersebut berangsur-angsur mengecil, bahkan sampai habis saat musim kemarau. Mata air dibedakan menjadi mata air depresi (depression spring), mata air kontak (contact spring), mata air sesar (fault spring), mata air sinkhole (sinkhole spring), mata air kekar (joint spring), dan mata air retakan (fracture spring).


Sumber:

https://kelasips.co.id/

Wardan Pendidikan