Shidiq Hasan Khon, dan pernyataan beliau

Shidiq Hasan Khon, dan pernyataan beliau

Hal ini dikuatkan oleh Shidiq Hasan Khon, dan pernyataan beliau:

Adapun hukumnya fardhu, maka dalil-dalil masih dipertentangkan. Akan tetapi disana ada cara ushul fiqh yang mengkompromikan dalil-dalil tersebut, yaitu hadits-hadits keutamaan shalat jama’ah menunjukkan keabsahan shalat sendirian. Hadits-hadits ini cukup banyak, diantaranya:

Orang yang menunggu shalat sampai shalat bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang shalat sendirian kemudian tidur. Hadits ini dalam kitab shohih.

Juga diantaranya hadits orang yang salah shalatnya yang sudah masyhur, dimana Rasulullah shallallâhu ’alaihi wasallam memerintahkannya mengulangi shalat sendirian. Ditambah dengan hadits:

Artinya: “Seandainya ada seorang yang bersedekah kepadanya (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya no. 11380)

Ketika melihat seorang shalat sendirian. Diantara hadits-hadits yang menguatkan adalah hadits yang mengajarkan rukun islam, karena Rasulullâh shallallâhu ’alaihi wasallamtidak memerintahkan orang yang diajarinya untuk tidak shalat kecuali berjama’ah. Padahal beliau mengatakan kepada orang yang menyatakan saya tidak menambah dan menguranginya: ???????? ???? ?????? (telah beruntung jika benar) dan dalil-dalil lainnya. Semua ini dapat memalingkan sabda beliau shallallâhu ’alaihi wasallam????? ??????? ???? yang ada pada hadits-hadits yang menunjukan kewajiban berjam’ah kepada peniadaan kesempurnaan, bukan keabsahannya.

[Raudhatun Nadiyah Syarah Durarul Bahiyah 1/306]

Pendapat ini dirajihkan Asy-Syaukani dan Shidiq hasan Khon, serta Sayyid Saabiq. [Fiqhus Sunnah 1/248]

Baca Juga :

Wardan Pendidikan