Tingkatkan Literasi, Kemendikbud Fasilitasi 20 Kabupaten Bertukar Pengalaman

Tingkatkan Literasi, Kemendikbud Fasilitasi 20 Kabupaten Bertukar Pengalaman

Kemendikbud — Untuk meningkatkan pemerataan literasi di daerah Terdepan

, Terluar, dan Tertinggal (3T), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) gelar lokakarya di Jakarta, Rabu, (19/7/2017).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud ((Dirjen GTK) Sumarna Surapranata mengajak para peserta agar harus optimis untuk mengembangkan literasi di daerah 3T “Mari kita ajak anak-anak Indonesia di daerah 3T untuk berkembang dalam literasi,” tutur Pranata. “Kita ajak mereka agar bisa menyusul yang lainnya, sehingga tidak ada lagi 3T,” lanjutnya.

 

Kepala Sub Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK)

yang juga sebagai Ketua Program berharap dari sini bisa dilanjutkan oleh dinas pendidikan setempat dalam membuat rancangan untuk masing-masing derahnya.

Sebanyak 120 peserta yang berasal dari guru dan unsur dinas pendidikan di 20 kabupaten dan 16 provinsi saling bertukar pengalaman di daerahnya masing-masing. Melalui cara ini, diharapkan peserta bisa berbagi menghasilkan gagasan-gagasan baru untuk meningkatkan literasi di daerah 3T.

 

Berdasarkan data United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO),

persentase melek huruf orang dewasa di Indonesia baru 65,5%. Data ini didukung oleh evaluasi dari Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM3T). Keterampilan membaca pun masih rendah. Melalui program ini, Indonesia diharapkan dapat mengejar ketertinggalannya. (Aji Shahwin).

 

Sumber :

https://sel.co.id/

Wardan Pendidikan